KLASIK

Entah dari mana kisah ini aku mulai.
Kisah dimana aku merasa sangat kosong untuk hari yang aku jalani.
kosong bagai  dalam sebuah gong yang sangat besar dan hanya ada kegelapan yang menyelimuti.
Hanya ada setitik kehangantan
Kehangatan yang aku harapkan lebih dari orang lain
Orang lain itu. . . .
Entah orang lain itu kemana
Tapi apakah hanya sekedar orang lain?
Tidak! ia bukan sekedar orang lain. Ia seseorang yang terikat olehku.
Air menetes. .
Tetes demi tetes. .
Hay apa kabar? masihkah kau ingat aku?
Aku disini. sendiri. sendiri. sendiri.
Aku ingin orang lain itu, bukan siapa-siapa
Datang dan pergi. Pergi lalu datang.
Tidak ada yang tahu. siapapun.bagaimanapun.seperti apa.mengapa.apapun.
Aku bagaikan berteriak sangat keras dalam sebuah gua.
Tak ada yang mendengarkan. Tak ada. Jelas itu gua. Gua hitam gelap penuh sesak dipenuhi batu-batu tajam.
Mewakili semuanya.
Tersesat dalam gua. tak ada yang tahu dan tak mau tahu.
aku pun tak ingin siapapun tahu.
cukup aku yang tahu
tahu segalanya
tahu apapun
Tercekik oleh perasaan penuh hasrat.
Kerinduan yang kian hari kian penuh tak terbendung.
Keingintahuan yang sangat hebat.
Rasa sayang bagai lautan yang dalam.


aku tak menyalahkan siapapun. ini hanya soal waktu. waktu yang berkuasa atas apapun. waktu berkuasa atas segalanya. segalanya inilah yang harus aku jalani. jalan tetap pada arahnya. arah mana yang aku ambil itu terserahku. 



akusendiridisinitertimpaperasaankusendiri.

Komentar

Postingan Populer