Kisah Usang
Betapa manisnya malam ini.
Kupeluk bantal kesayanganku, kulihat boneka beruang besar berwarna krem usang ditelan waktu.
Ya boneka itu sudah dua tahun kupeluk belai dikasurku.
Boneka yang setia melihat segala kisah di ditempat ini.
Kisah saat aku bahagia juga sedih, kisah mengharukan dan membahagiakan.
Bulan ini tahun ini ku rasakan lagi kisah itu walau sedikit, sangat sedikit dan terbilang sangat sangat sedikit
Rasakan belai itu,indah itu,indah sekali.
Cinta dua anak manusia
Penuh suka
Canda tawa menemani
Ejek tawa melengkapi
Melakukan hal yang sama kembali
Jujur aku suka
Aku suka segalanya
Aku suka saat itu
Aku suka. . .
Ingat
Itu hanya saat itu
Saat waktu yang sedikit itu
Bersikeras dalam hati
Meronta-ronta dalam jiwa
Salahkan siapa ini?
Tak ada
Tak ada yang salah
Ini hanya perputaran waktu.
Mencicipi waktu sedikit itu menyenangkan
Dari pada tidak sama sekali
Tapi apakah hanya mempermainkan? ku teriakan keras-keras
Tak ada penjelasan
Tak ada kata-kata
Tak ada salam
apalagi ucapan
Hanya pergi
Pergi bagai tak ada apa-apa
Pergi tanpa saling mengenal
Pergi bagai angin
Wajahnya pun tak sempat ku lihat, dia terlalu cepat tak kuasa ku pegang.
"Melihat" kepergiannya
Hanya diam
Diam terpaku
Diam termenung
Diam tak berkutik
Berlinanglah lagi, ya lagi dan lagi
Hanya satu
Bicaralah walau sedikit.
Dan cukup ini yang terakhir.
Kupeluk bantal kesayanganku, kulihat boneka beruang besar berwarna krem usang ditelan waktu.
Ya boneka itu sudah dua tahun kupeluk belai dikasurku.
Boneka yang setia melihat segala kisah di ditempat ini.
Kisah saat aku bahagia juga sedih, kisah mengharukan dan membahagiakan.
Bulan ini tahun ini ku rasakan lagi kisah itu walau sedikit, sangat sedikit dan terbilang sangat sangat sedikit
Rasakan belai itu,indah itu,indah sekali.
Cinta dua anak manusia
Penuh suka
Canda tawa menemani
Ejek tawa melengkapi
Melakukan hal yang sama kembali
Jujur aku suka
Aku suka segalanya
Aku suka saat itu
Aku suka. . .
Ingat
Itu hanya saat itu
Saat waktu yang sedikit itu
Bersikeras dalam hati
Meronta-ronta dalam jiwa
Salahkan siapa ini?
Tak ada
Tak ada yang salah
Ini hanya perputaran waktu.
Mencicipi waktu sedikit itu menyenangkan
Dari pada tidak sama sekali
Tapi apakah hanya mempermainkan? ku teriakan keras-keras
Tak ada penjelasan
Tak ada kata-kata
Tak ada salam
apalagi ucapan
Hanya pergi
Pergi bagai tak ada apa-apa
Pergi tanpa saling mengenal
Pergi bagai angin
Wajahnya pun tak sempat ku lihat, dia terlalu cepat tak kuasa ku pegang.
"Melihat" kepergiannya
Hanya diam
Diam terpaku
Diam termenung
Diam tak berkutik
Berlinanglah lagi, ya lagi dan lagi
Hanya satu
Bicaralah walau sedikit.
Dan cukup ini yang terakhir.
Komentar
Posting Komentar