Kemirisan Media
Apa yang terlintas saat kita mendengar kata media?
Televisi? koran? majalah? radio?
Ya, itu semua memang media. Fungsi media ada tiga yaitu, to inform, to education, to entertaint. Fungsi yang pertama media adalah sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada publik dan yang kedua media dijadikan sarana pendidikan untuk publik dan yang ketiga media sebagai sarana hiburan.
Apakah semua fungsi tersebut berjalan dengan sesuai?
coba kita renungi.
Kepemilikan media ada empat, yang pertama adalah perusahaan murni . maksud dari perusahaan murni adalah yaitu kepemilikan media oleh satu orang, dimana karateristik media nya cenderung pragmatis, tidak memihak pemerintah dan mengutamakan rating. Tidak peduli apakah acara tersebut fungsional atau tidak, yang mereka kejar hanya rating.misalkan Jika salah satu stasiun TV mempunyai program menyanyi dan banyak publik yang meminati, stasiun lain cenderung akan membuat program yang sama. Agar apa, agar rating acara mereka naik. Kepemilikan yang kedua adalah Perusahaan negara. Maksudnya kepemilikannya yaitu milik negara atau perusahaan BUMN. Dimana sebuah perusahaan BUMN harus mengikuti setiap kebijakan pemerintahnya. Karateristik media ini yaitu selalu menampilkan kegiatan pro pemerintah. Misalkan mentri menanam padi disawah lalu disiarkan ke televisi. Media ini selalu menampilkan pro pemerintah alasanya karena uang. Karena mereka anak dari BUMN tentu harus menampilkan yang baik kepada publik sebagai proses daripada pencitraan.
Kepemilikan media yang ketiga yaitu mantan jurnalis. Mereka adalah mantan-mantan dari jurnalis perusahaan media yang besar, lalu keluar dan membuat Media sesuai idealis mereka. Banyak dari jurnalis-jurnalis kita yang tertekan ketika terjun kelapangan mempertanyakan idealis. dimana idealis mereka yaitu ingin memberikan informasi kepada publik tetapi mereka harus membuat program yang tidak fungsional demi rating atau uang karena tekanan dari perusahaannya sendiri.
Kepemilikan Media yang terakhir yaitu pengusaha plus politics. Salah satu pemilik medianya pasti ada kepentingan politik di dalamnya. dan kebanyakan dari programnya yaitu Politik. Saat pemilik Media tersebut terjun ke salah satu partai pasti medianya dijadikan tempat untuk menguntungkan dirinya sendiri. Pasti salah satu dari kalian pernah melihat di stasiun TV kegiatan pemimpin kader dan partainya saat rapat atau saat pertemuan, dan yang meliput adalah media yang kepemilikannya ada di salah satu kader, yang jika dilihat dari segi fungsi tidak berfungsi sama sekali kepada publik. itu hanya pencitraan semata.
Ini hanya beberapa dari keterpurukan media di Indonesia.
Apakah fungsi media masih berjalan dengan sesuai?
Televisi? koran? majalah? radio?
Ya, itu semua memang media. Fungsi media ada tiga yaitu, to inform, to education, to entertaint. Fungsi yang pertama media adalah sebagai sarana untuk memberikan informasi kepada publik dan yang kedua media dijadikan sarana pendidikan untuk publik dan yang ketiga media sebagai sarana hiburan.
Apakah semua fungsi tersebut berjalan dengan sesuai?
coba kita renungi.
Kepemilikan media ada empat, yang pertama adalah perusahaan murni . maksud dari perusahaan murni adalah yaitu kepemilikan media oleh satu orang, dimana karateristik media nya cenderung pragmatis, tidak memihak pemerintah dan mengutamakan rating. Tidak peduli apakah acara tersebut fungsional atau tidak, yang mereka kejar hanya rating.misalkan Jika salah satu stasiun TV mempunyai program menyanyi dan banyak publik yang meminati, stasiun lain cenderung akan membuat program yang sama. Agar apa, agar rating acara mereka naik. Kepemilikan yang kedua adalah Perusahaan negara. Maksudnya kepemilikannya yaitu milik negara atau perusahaan BUMN. Dimana sebuah perusahaan BUMN harus mengikuti setiap kebijakan pemerintahnya. Karateristik media ini yaitu selalu menampilkan kegiatan pro pemerintah. Misalkan mentri menanam padi disawah lalu disiarkan ke televisi. Media ini selalu menampilkan pro pemerintah alasanya karena uang. Karena mereka anak dari BUMN tentu harus menampilkan yang baik kepada publik sebagai proses daripada pencitraan.
Kepemilikan media yang ketiga yaitu mantan jurnalis. Mereka adalah mantan-mantan dari jurnalis perusahaan media yang besar, lalu keluar dan membuat Media sesuai idealis mereka. Banyak dari jurnalis-jurnalis kita yang tertekan ketika terjun kelapangan mempertanyakan idealis. dimana idealis mereka yaitu ingin memberikan informasi kepada publik tetapi mereka harus membuat program yang tidak fungsional demi rating atau uang karena tekanan dari perusahaannya sendiri.
Kepemilikan Media yang terakhir yaitu pengusaha plus politics. Salah satu pemilik medianya pasti ada kepentingan politik di dalamnya. dan kebanyakan dari programnya yaitu Politik. Saat pemilik Media tersebut terjun ke salah satu partai pasti medianya dijadikan tempat untuk menguntungkan dirinya sendiri. Pasti salah satu dari kalian pernah melihat di stasiun TV kegiatan pemimpin kader dan partainya saat rapat atau saat pertemuan, dan yang meliput adalah media yang kepemilikannya ada di salah satu kader, yang jika dilihat dari segi fungsi tidak berfungsi sama sekali kepada publik. itu hanya pencitraan semata.
Ini hanya beberapa dari keterpurukan media di Indonesia.
Apakah fungsi media masih berjalan dengan sesuai?
Komentar
Posting Komentar