Peran Komunikasi Dalam Tumbuh Kembang Anak
Peran Komunikasi Dalam Tumbuh Kembang Anak
Setiap perempuan pasti akan merasakan
menjadi seorang ibu. Nah bagaimana caranya komunikasi yang baik kepada anak,
apakah benar dari sang anak masih di dalam kandungan? Let’s see!
Anak adalah karunia tuhan yang luar
biasa hebat. Setiap anak punya keunikan masing-masing. Dan setiap bunda punya
cara masing-masing pula dalam berkomunikasi dengan anak. Seberapa penting komunikasi dengan anak dari masa kehamilan?
Jawabannya sangat penting. Kenapa? Agar otak anak lebih terangsang dan lebih
mengenal suara juga perilaku dari sang bunda.
Langkah pertama yang harus dilakukan
bunda saat hamil adalah menjadi ibu yang bahagia. Karena dengan perasaan yang
bahagia, akan membuat pikiran menjadi positif. Walaupun terkadang mendengar hal
yang negatif tetapi selalu hal positif yang di ambil. Langkah kedua pilihlah
musik kesukaan bunda. Misalkan pop atau jazz. Pilihlah musik yang berirama
tenang. Irama tenang akan membuat pikiran bunda menjadi rileks. Rileks akan
membuat semua kegiatan terasa mudah dikerjakan. Jadi pada saat bunda bekerja,
atau diam di rumah tetap akan rileks. Langkah ketiga yaitu sering-seringlah
berkomunikasi dengan calon bayi sambil mengelus perut bunda. Komunikasi bisa
berupa sapaan, menanyakan kabar. Intinya ucapkan apapun, karena di dalam perut
bayi tidak diam, bayi mendengar apapun yang bunda katakan. Maka dari itu jaga
ucapan bunda ya, ucapkanlah yang baik-baik. Untuk langkah selanjutnya,
komunikasi tidak hanya dari ucapan bisa juga dari tindakan. Sering-seringlah
bunda melakukan senam hamil dan renang. Selain membuat badan menjadi rileks,
pikiran bahagia, olahraga pun bisa memudahkan proses kelahiran.
Nah jika sang bayi sudah lahir tugas
bunda belum selesai. Pernah dengar cerita ada anak yang dibuang orangtua nya
dihutan dan diurus oleh srigala hingga perilakunya seperti srigala?
Apa yang terjadi jika ibu
menelantarkan begitu saja anaknya? Sang anak tidak akan bisa bicara, tidak tahu
caranya makan, tidak tau caranya berperilaku. Begitu besar peran orangtua kepada
anak. Saat anak masih satu tahun, bunda mengajarkan caranya makan, mengajarkan
berbicara. Hal itu adalah proses dari belajar dan berkomunikasi. Maka jangan
heran jika ada anak yang tidak tahu sopan santun, lihatlah dulu keluarganya.
Karena semua berawal dari keluarga.
Tadi sudah dibahas komunikasi saat
anak masih dalam kandungan. Setelah anak beranjak sekolah, bunda tetap
mengawasi. Bunda harus bisa berbagi peran. Menjadi teman, ibu, ayah, kaka.
Sehingga saat anak ada masalah dia mau menceritakan semuanya. Kecenderungan
jarak atau batasan antara ibu dan anak bisa mengakibatkan anak jauh dari
orangtua, dan menganggap orang tua sebagai hal yang menakutkan yang harus
dihindari. Jika mengambil konteks luar negri jelas seperti itu. antara ibu dan
anak tidak terlalu dekat. Tetapi bagi orang Asia, ibu adalah segalanya. Perlu
bunda ketahui, sang anak menyukai
pendekatan secara interpersonal. Maksudnya adalah, komunikasi
yang dilakukan bunda dan anak harus dari hati ke hati. Keterbukaan dan
pengertian nomor satu. Jika sudah ada keterbukaan, saat anak mengalami
masalah dia mau menceritakannya tidak akan menutup nutupi. Bunda jangan cepat
emosi jika anak sudah ada keinginan bercerita, berikanlah dia apresiasi. Bukan
berarti membiarkannya tetapi berilah pengertian kepada anak agar tidak
melakukannya lagi. Dengan begitu komunikasi bunda dan anak bisa efektif. Nah
semoga bagi calon bunda atau bunda-bunda dimanapun bisa berkomunikasi dengan
baik kepada anak tercinta. Awali-lah hidup dengan senyum, bersyukur dan positif
J . (Sani Rusyda
Rahmani/1200597)
Setiap perempuan pasti akan merasakan
menjadi seorang ibu. Nah bagaimana caranya komunikasi yang baik kepada anak,
apakah benar dari sang anak masih di dalam kandungan? Let’s see!
Anak adalah karunia tuhan yang luar
biasa hebat. Setiap anak punya keunikan masing-masing. Dan setiap bunda punya
cara masing-masing pula dalam berkomunikasi dengan anak. Seberapa penting komunikasi dengan anak dari masa kehamilan?
Jawabannya sangat penting. Kenapa? Agar otak anak lebih terangsang dan lebih
mengenal suara juga perilaku dari sang bunda.
Langkah pertama yang harus dilakukan
bunda saat hamil adalah menjadi ibu yang bahagia. Karena dengan perasaan yang
bahagia, akan membuat pikiran menjadi positif. Walaupun terkadang mendengar hal
yang negatif tetapi selalu hal positif yang di ambil. Langkah kedua pilihlah
musik kesukaan bunda. Misalkan pop atau jazz. Pilihlah musik yang berirama
tenang. Irama tenang akan membuat pikiran bunda menjadi rileks. Rileks akan
membuat semua kegiatan terasa mudah dikerjakan. Jadi pada saat bunda bekerja,
atau diam di rumah tetap akan rileks. Langkah ketiga yaitu sering-seringlah
berkomunikasi dengan calon bayi sambil mengelus perut bunda. Komunikasi bisa
berupa sapaan, menanyakan kabar. Intinya ucapkan apapun, karena di dalam perut
bayi tidak diam, bayi mendengar apapun yang bunda katakan. Maka dari itu jaga
ucapan bunda ya, ucapkanlah yang baik-baik. Untuk langkah selanjutnya,
komunikasi tidak hanya dari ucapan bisa juga dari tindakan. Sering-seringlah
bunda melakukan senam hamil dan renang. Selain membuat badan menjadi rileks,
pikiran bahagia, olahraga pun bisa memudahkan proses kelahiran.
Nah jika sang bayi sudah lahir tugas
bunda belum selesai. Pernah dengar cerita ada anak yang dibuang orangtua nya
dihutan dan diurus oleh srigala hingga perilakunya seperti srigala?
Apa yang terjadi jika ibu
menelantarkan begitu saja anaknya? Sang anak tidak akan bisa bicara, tidak tahu
caranya makan, tidak tau caranya berperilaku. Begitu besar peran orangtua kepada
anak. Saat anak masih satu tahun, bunda mengajarkan caranya makan, mengajarkan
berbicara. Hal itu adalah proses dari belajar dan berkomunikasi. Maka jangan
heran jika ada anak yang tidak tahu sopan santun, lihatlah dulu keluarganya.
Karena semua berawal dari keluarga.
Tadi sudah dibahas komunikasi saat
anak masih dalam kandungan. Setelah anak beranjak sekolah, bunda tetap
mengawasi. Bunda harus bisa berbagi peran. Menjadi teman, ibu, ayah, kaka.
Sehingga saat anak ada masalah dia mau menceritakan semuanya. Kecenderungan
jarak atau batasan antara ibu dan anak bisa mengakibatkan anak jauh dari
orangtua, dan menganggap orang tua sebagai hal yang menakutkan yang harus
dihindari. Jika mengambil konteks luar negri jelas seperti itu. antara ibu dan
anak tidak terlalu dekat. Tetapi bagi orang Asia, ibu adalah segalanya. Perlu
bunda ketahui, sang anak menyukai
pendekatan secara interpersonal. Maksudnya adalah, komunikasi
yang dilakukan bunda dan anak harus dari hati ke hati. Keterbukaan dan
pengertian nomor satu. Jika sudah ada keterbukaan, saat anak mengalami
masalah dia mau menceritakannya tidak akan menutup nutupi. Bunda jangan cepat
emosi jika anak sudah ada keinginan bercerita, berikanlah dia apresiasi. Bukan
berarti membiarkannya tetapi berilah pengertian kepada anak agar tidak
melakukannya lagi. Dengan begitu komunikasi bunda dan anak bisa efektif. Nah
semoga bagi calon bunda atau bunda-bunda dimanapun bisa berkomunikasi dengan
baik kepada anak tercinta. Awali-lah hidup dengan senyum, bersyukur dan positif
J . (Sani Rusyda
Rahmani/1200597)
Komentar
Posting Komentar